iya kita... aku dan kamu, kamu, kamu...kamu semua...yang buat hidup saya lebih berwarna...

Wednesday, August 30, 2006

it's driven by u...


Email dari seseorang ketika saya berkeluh kesah soal ketidakpastian ...Banyak hal yang dapat saya pelajari dari berkawan dengannya... even for short moment only, but dia buat banyak perubahan...my life, my love...

Everybody has dat self confidence in them. everyone is brave.

To me its easy. This is what i want to do. So it doesnt bother me whether m alone or not. I dont compare my lives wif others, to me this is my best lives. If i decided to be good, m happy wif God. If i became bad, it just something dat i hv to do. I cant resist pleasures all d time. I decide, I enjoy and happy wif what i did. In fact i think lot of people envious of my lives.

Ur lives is even better. U R pretty n intelligent. So many men want u. U will never be alone. I bet women around u r so envious of u. U will be happy wif ur lives if u just pursue what u want without any hidden agenda. Dont compare ur self wif others. Make one decision and stick to it. Know what u want not what u dont want.

People dont change ur lives, it's driven by u. U see, when we drive a car we take a risk that we might get involved in an accident and die. It could be us hitting others car or other wise. Do we get scared? Do we stop driving? NO, NO, NO. We even take other lifes with us in the car.

Why??? Think about it.

Do b'cos u want to do it, not b'cos of other agendas.

Take care.



Mantel Kuning

my favourite Article...
dalam rangka hari ibu-nya international.


~Mantel Kuning Rinai hujan selalu membuat saya terharu. Rintiknya, mengingatkan pada masa-masa yang telah lalu. Begitu pula hari ini. Dulu, sewaktu kecil, saya ingin sekali punya mantel hujan. Kuning, itu warna yang saya inginkan. Teman-teman saya yang lain telah memilikinya, dan mereka tampak gagah dengan mantel itu. Untuk anak kelas 2 SD, semua yang berwarna cerah, akan selalu tampak indah. Namun sayang, Ibu tak punya cukup uang untuk membelinya. Walau sempat kecewa, saya harus menurut, dan menahan keinginan untuk mempunyai mantel kuning itu. Walau begitu, saya tetap kesal. Dan rasa itu memuncak ketika saya harus pulang dari sekolah. Hari itu hujan begitu deras. Saya makin kecewa dengan Ibu. Sebab, jika ada mantel, tentu saya tak perlu kena hujan, dan bisa bergabung bersama teman-teman yang lain. Kesal, dan marah, begitulah yang saya rasakan saat itu. Sementara yang lain tertawa dan menikmati hujan, saya harus berjalan pulang dengan tubuh yang basah kuyup. Ah..di tengah perjalanan, saya bertemu dengan Ibu. Dia tampak membawakan payung untuk saya. Karena terlanjur marah, saya tak menerima payung itu, dan ngambek, untuk tetap pulang tanpa payung. Walau begitu, ia tampak ingin melindungi saya dengan payungnya. Mendekap, agar saya tak terlalu basah terkena hujan. Hujan makin deras, dan kami pun berjalan pulang, walau saya tetap ngambek dan menolak untuk dipayungi. Sesampainya di rumah, tingkah itu terus saya perbuat. Saya tetap menolak untuk berganti pakaian. Akhirnya dengan sedikit terpaksa, hal itu saya selesaikan. Ibu, kemudian datang dengan handuk, dan langsung menyelubungi saya dengan handuk itu. Ada kehangatan yang segera menyergap. Saya menjadi lebih tenang. Tetap, tak ada kata-kata yang keluar dari Ibu, selain terus menghangatkan saya dengan handuk itu. Tangannya terus membersihkan setiap air hujan yang ada di badan. Disekanya kepala saya, agar tak nanti tak membuat sakit. Masih dalam diam, Ibu kemudian memberikan pakaian ganti. Setelah itu, dia masih menyodorkan teh manis hangat buat saya. Ya, segelas teh manis, sebab, susu coklat, adalah hal yang jarang saya rasakan saat itu. Ya, kehangatan kembali hadir dalam tubuh. Walau saya mungkin tak mengerti apapun, saya yakin, ada kehangatan lain yang diberikan Ibu saat itu.

*** Ya, teman, begitulah. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning seperti yang saya impikan. Namun, payungnya telah membuat saya aman. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning untuk terhindar dari hujan, namun, dekapannya membuat saya terhindar dari apapun. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning itu, namun, handuk hangatnya melebihi setiap kehangatan yang mampu diberikan setiap mantel. Ibu mungkin tak mampu membelikan mantel kuning, namun, usapan lembutnya, adalah segalanya buat saya. Ibu mungkin tak menjemput saya dengan mobil atau kendaraan lain, namun lingkaran tangannya di tubuh saya, adalah dekapan yang paling indah. Ibu mungkin tak bisa memberikan susu coklat, namun, teh manisnya, lebih berharga dari apapun. Ibu mungkin tak bisa memberikan saya banyak hal lain, namun, dekapan, usapan, uluran tangan, perhatian, kasih sayang, sudah cukup sebagai penggantinya. Ya, rintik hujan selalu membuat saya terharu. Terima kasih buat Ibu yang tak membelikan saya mantel kuning. Karena, apa yang telah diberikannya selama ini, jauh melampaui semuanya. Happy Mother's Day.

I wish...


I wish...

m perfect...


hey ... hey...
dont live in the illusion...
face the fact...

the fact is that m being with the best person... n m already the perfect one for him...

Blessed Day...

create blogname using my own name...imeldasusanto...amazing, it's available...my blessed day...everyday is my blessed day...no matter whatever it takes...I know God loves me always.
walaupun hari ini jam tangan saya rusak...