iya kita... aku dan kamu, kamu, kamu...kamu semua...yang buat hidup saya lebih berwarna...

Wednesday, September 27, 2006

Pisang goreng buat happy...

Kemarin untuk suatu urusan saya meninggalkan mobil di kantor dan memnta adik menjemput dan mengantarkan ke Thamrin karena tak tahan membayangkan kemacetan yang akan dilalui menghindari 3 in 1. Karena suatu keperluan saya menyuruh adik saya pulang lebih dulu, dan saya naik busway. Setelah bertemu 2 orang dengan argumen yang membuat saya kurang nyaman, dengan lelah saya pulang naik busway. Untunglah di Halte Sarinah saya bisa mendapatkan tempat duduk. Masih dengan pikiran gak nyaman soal pertemuan tadi begitu juga problem yang terjadi.

Turun di halte Olimo, saya memilih jalan kaki menunggu angkot JP01. Jika naik bemo biasanya mutar di kartini dan saya tidak suka jalan di kegelapan, jadi milih jalan agak jauh dari Olimo untuk dapat naik angkot. Ternyata jauh ya sampai perut lapar karena belum buka puasa, akhirnya beli pisang kalimantan 3 buah, kue bantal 2 buah. 5000 rupiah.

Dapatlah angkot yg ditunggu, naik, kebiasaan saya berha ha hihi dg orang baru tetap saja dilakukan walau bete, saya tawarkan supir untuk makan pisang goreng bersama saya, eh dia mau lho. malah kita paroan...alhasil saya bilang mesra sekali yah, makan pisang sepotong berdua. kami tertawa. Kemudian karena ada 2 potong lagi, saya tawarkan satu lagi, dan saya makan satu. supir itu ok saja. jadilah perjalanan pendek itu diisi dg makan pisang goreng kalimantan. Sisupir nampaknya bukan orang suka ngobrol tapi terlihat happy...aneh kali yah ada orang norak kayak saya.

cuma sekitar 10 menitan sudah sampe pintu air, saya harus turun tapi lampu hijau. Angkot biasanya gak mau berhenti dan memilih menurunkan di jembatan kartini. Tapi dia memilih berhenti dipojokan. ah apa karena pisang goreng? mungkin saja

tapi hati saya bahagia bisa bertegur sapa bahkan makan bersama sepotong 1/2 pisang goreng dengan pak supir angkot. mungkin dia lupa wajah saya, atau saya pun lupa bagaimana tampang dia. Tapi kita gak perlah lupa how i made him feel and how he made me feel.

Ah terima kasih ya Allah, ternyata menjadi orang ramah itu selalu menyenangkan. Membuat hati bahagia karena bisa membahagiakan orang lain walau dengan sepotong pisang goreng.

Yah benar, make yourself happy gak usah nunggu orang lain bikin kita bahagia.

Monday, September 25, 2006

Jika hati tak bahagia...

Mungkin setiap orang pernah mengalami fase ini, hati gundah gulana, tak bahagia. Rasa tak enak... mati segan hidup tak mau... tak jarang ada yang bunuh diri.

Apa yang harus kita lakukan ketika sedih? air mata sudah ngembeng... pengin nangis, pengin teriak... pengin protest...
Sering merasa tak punya seseorang yang bisa diandalkan, terutama dikala sedih...
Berbahagialah mereka yang punya masalah dan bisa diselesaikan dengan pasangan. Tapi jika masalah dengan pasangan, kemana hendak mengadu? kepada orangtua, nanti mereka bilang, "salah pilih ni ye..." atau "I told you so"...kepada teman? ah hanya membuka aib saja...
Paling bisa kepada Tuhan semesta alam. Tapi kadang kita butuh diskusi dengan orang yang kita percaya.

Jika sedih melanda...jika hati tak bahagia? count on your blessings nor your troubles. Mungkin sepertinya kita terpuruk dan tak punya apa apa lagih... tapi kita masih punya anggota badan lengkap dan berfungsi dengan baik kan? masih punya pekerjaan sementara berapa banyak orang yg mencari pekerjaan kesana kemari... Masih bisa makan dengan enak, apa mau ditukar dengan orang yg sedang sekarat di rumah sakit,...yang pasti masih diberi umur panjang dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Jika tak bahagia, jika jalan begitu melelahkan...itu jalan sedang naik...hati hati jika segala sesuatu terlalu mudah, jalan sedang menurun.
Mungkin saat ini sedang tak punya siapapun untuk mengadu, untuk bercerita...gak punya somebody to rely on...jangan pernah lupa, Tuhan selalu ada. Dengan cintaNya.

Rasa itu tinggal bagaimana mengaturnya...see from different perspective. Enjoy your day and God bless u.

Sunday, September 24, 2006

Percuma!

Percuma... Penyesalan tidak pernah merubah keadaan.
Harus berani hidup.

Kenanglah hanya sesuatu yg baik... sesuatu yg bermanfaat yg membuatmu bertahan, dan lebih baik lagi, membuamu semangat.

Barusan saya telp dengan seorang sahabat yang ternyata saya "tergantung" secara emosi. Rasanya belum afdol ajah kalo belon minta pendapat dia...

Kali ini saya diskusi dengannya soal badai yg melanda hidup saya... minta petunjuk sholat istiqoroh ...
Malah dia bilang masalah saya enggak perlu istiqoroh...hahahahhaa...
padahal keputusannya menyangkut masa depan loh,,, masalah hidup dan mati hi hihi...
tapi itulah dia, makes all problem seem so simple...

pesannya harus berani menjalani hidup... n give another second chance...berbuat baiklah pada siapa saja bahkan pada orang yang menyakitimu...itu nilainya sangat tinggi dimata Allah.

Jadi percuma meratapi yang udah terjadi! Yang lalu gak mungkin bali...
Percuma mengharapkan kembali hi hihi...
Tapi tidak percuma menghargai apa yang udah ada... mungkin itu nilai yang akan menjadikan hidup kita lebih berkualitas...

Pikirkanlah condongnya hati hendak kemana?
dan perbaikilah...dan doa pasti membantu...

Terima kasih sahabat...tidak percuma aku mengganggumu...

Kesempatan tidak datang dua kali...

Banyak orang bilang kesempatan tidak pernah datang dua kali... mungkin iya untuk kesempatan yg itu... tapi saya beranggapan selalu ada kesempatan lain yang lebih baik.

Tapi saya juga pernah menyia-nyiakan kesempatan, dan saya masih menyesalinya hingga saat ini. Bukan apa apa, tapi karena sudah melibatkan perasaan yang mendalam. Yang ada sekarang saya sering mengandai andai... jika saja... Anggapan saya akan ada kesempatan yang lain yang lebih baik belum cukup menghibur saya.

Seandainya saja...
Kenapa saya gak menuruti kata hati, persetan dengan perasaan orang lain?
Kenapa saya tidak diskusikan dengan orang tua? tapi malah dengan teman yang saran nya saya ikuti dan saya menyesal...tolol kan saya
dan rumitnya lagih, saya kok terburu buru sekali mengambil keputusan? Kenapa tidak dinikmati saja kesempatan itu? rasa itu? Padahal rasa itu jarang sekali terjadi...

Ya Allah, aku mohon, untuk kali ini saja...berikan kesempatan saya yang telah saya sia siakan...
atau bantu aku jangan menyesalinya... ambil lah rasa yang Kau beri dulu... Aku tersiksa karenanya...

Thursday, September 21, 2006

I love you no matter what...

Menyambung tentang I love him no matter what...

Coba ingat ingat ketika kita mencintai seseorang? Cinta itu bersyarat kan? Cinta yang tak bersyarat itu hanya cinta Tuhan kepada umatNya. Bahkan cinta orang tua pun bersyarat... iyah... coba saja jika kita menikah dengan pilihan hati yang tidak disukai orang tua, mereka pasti tidak suka... coba jika kita pindah agama? apakah orang tua kita akan tetap mencintai kita? Ternyata cinta orang tua pun bersyarat, yah kita harus sesuai ekspektasi mereka... Bekerja, kalau bisa membantu adik adik, orang tua, menikah dengan orang yang mereka juga bisa terima...hmmm...

Bagaimana dengan cinta kepada pasangan? apakah I love him no matter what?
atau I love him/her because... I love him because he loves me back. Kalo kata saya ituh... cuma bentuk love me backnya bisa berupa dia tajir dan murah hati...bisa jadi dia care banget...
Kalau I love him no matter what... he beat me? no matter what he falls in love with other girl?

saya cuma tahu, I love him because he loves me back...

LaFS?

LaFS? apa yah... Love at the First Sight...

Tadi ngobrol ama temen saya yg cerdas, Lulun, soal LaFS. Dia bukan penganut LaFS, tapi penganut IPO = Input Process Output. Jadi untuk jatuh cinta kudu kenal baik dulu baru bisa berlanjut ke hubungan lain jenis...

Kalo saya seh lebih suka LaFS... karena kalo kenal orang maunya harus jelas, cuma temenan apa mau pacaran. Saya gak bisa tuh jadian ama orang yg tadinya temen saya... atau temenan dulu baru deh jadian...

Saya percaya bahwa Cinta itu kecocokan jiwa, jadi kalaupun ada pendekatan berabad abad kalau kecocokan jiwa gak ada gak bakal jadi cinta...

Dan emang bener dari sekian pria yg pernah datang dan pergi dalam hidup saya, hanya sedikit bahkan mungkin cuma satu yg bisa menempati tempat istimewa dihati saya.
Pernah gak jatuh cinta pada pandangan pertama? saya pernah. it was wonderful at all.

Ada rasa rindu yang luar biasa, bahkan saya bilang ke dia kalau saya rindu rasanya ingin loncat dan memeluknya. Jika telpon tak pernah cukup 10 menit walau itu kudu internasional calling alhasil pulsa telpon melonjak. kalo chat sampe lupa kerja hahaha...jika bertemu duh rasanya dunia milik berdua... bahkan gak ada satupun yg gak sreg, semuanya sreg.
Jika ingat dia, duh jantung berdebar....indahnya jatuh cinta. Yang lucu semua yang saya gak suka gak ada masalah, misal saya gak suka yg kulitnya gelap, dia gelap saya ok ok ajah... dan banyak hal lain yang bagi saya makin mengenalnya makin yakin he is the one... walaupun ternyata kenyataannya tak begitu. Tapi saya tak pernah menyesalinya, bagi saya pernah merasakan cinta itu anugrah walau tak harus selalu memilikinya.


setelah itu? mungkin benar teorinya Lulun, IPO, sekarang saya mengikatkan diri dengan seorang teman kuliah yang saya kenal lama sekali. tidak pakai LaFS, tapi saya tahu seperti tak mungkin berpisah dengannya... bahkan teman saya bilang, dia lah cinta sejati saya... oh ya...
iyah bagaimanapun badai menerjang dan menghempaskan kami, kami selalu kembali bersama...
atau I love him no matter what?


Wednesday, September 20, 2006

Cinta...


Karenamu, di taman tempat bunga-bunga bermekaran aku kesakitan
Akibat wewangian musim semi.
Aku telah melupakan raut wajahmu, aku tidak lagi mengingat tangan-tanganmu;
bagaimana rasa bibirmu di bibirku?
Karenamu, aku mencintai saat patung putih itu roboh
Di taman, patung putih yang tak bisa bersuara dan juga tidak melihat.
Aku telah melupakan suaramu, suara riangmu; aku telah melupakan matamu.
Seperti sekuntum bunga pada wewangiannya, aku terikat pada kenangan samar-samarku tentangmu.
Aku hidup dengan rasa sakit yang bagaikan luka; andai kau sentuh aku, kau akan menyakitiku sangat parah.
Sentuhan-sentuhan cintamu menyelimutiku, seperti jajaran pohon pinus di tebing-tebing melankolis.
Aku telah melupakan cintamu, namun aku seakan selalu melihat sekilas bayanganmu di setiap jendela.Karenamu, wewangian musim panas yang menyengat menyakitiku;K
arenamu, aku kembali mencari tanda-tanda yang mendahului hasrat-hasrat: meteor, bintang jatuh, benda-benda langit yang jatuh.
by Pablo Neruda (diterjemahkan oleh seseorang)

You dont know what you've got till it's gone...

Katanya kita baru berasa sesuatu itu berharga jika sudah pergi...
Kadang ada benarnya...tapi juga jangan sampe kehilangan dong...

Hari ini mungkin saya kehilangan seseorang...
Semalam dia bertanya mengapa ini terjadi? saya tak bisa menjawab...coz it just happened.
Terlalu rumit untuk dijelaskan...bahkan saya sendiri tak tahu...

Jika ditanya apakah saya akan baik baik saja? tentu tidak.
Telah terbiasa saya merasakan kenyamanan... tlah terbiasa mendengarkan pendapatnya atas masalah saya...

Bagaimana jika dia benar benar pergi? Saya juga tidak tahu apa nanti jadinya
Tapi jika dia pikir itu yang terbaik untuk mengakhiri ini...
Jika dia lebih nyaman tanpa saya, seharusnya saya juga lebih bahagia.

Seandainya Tuhan punya rencana 2 tahun lebih awal...

Sunday, September 17, 2006

Where is the love?


Last nite, I experienced bad moment in my life.
the one who claimed love me so much... but did otherwise.
What made me shocked, he did it in the name of religion???


Where is the love?

Having debt stinks but being deads is probably worse




Friday, September 15, 2006

Lesson of Life

There was a man who had four sons. He wanted his sons to learn not to judge things too quickly. So he sent them each on a quest, in turn, to go andlook at a pear tree that was a great distance away.

The first son went in the winter, the second in the spring, the third insummer, and the youngest son in the fall. When they had all gone and come back, he called them together to describe what they had seen.

The first son said that the tree was ugly, bent, and twisted. The second son said no it was covered with green buds and full of promise. The third son disagreed; he said it was laden with blossoms that smelledso sweet and looked so beautiful, it was the most graceful thing he hadever seen.The last son disagreed with all of them; he said it was ripe and drooping with fruit, full of life and fulfillment.

The man then explained to hissons that they were all right, because they had each seen but only one season in the tree's life. He told them that you cannot judge a tree, or a person, by only one season, and that the essence of who they are and the pleasure, joy, and love that come from that life can only be measured at the end, when all the seasons are up.

If you give up when it's winter, you will miss the promise of yourspring, the beauty of your summer, fulfillment of your fall.

Don't let the pain of one season destroy the joy of all the rest. Don't judge life by one difficult season. Persevere through the difficult patches and better times are sure to come some time or later.

Tuesday, September 12, 2006

Nyebelin!

Pernah gak kenal orang atau malah jadi orang yg nyebelin? maksud saya gini, saya paling sebel ama orang yg lalai komitmen. semua juga gitukan... sebel sebel...
apalagi urusan hutang. misalnya janji besok, besoknya ya besok besok gak jelas... atau bilang ya udah ntar saya ke rumah, halah gak ke rumah...
hiy... kok bisa ya orang gampang ngomong dan lalai atas kewajibannya.

dan saya ngalami deket ama orang yg kayak gitu.
bahkan sampe si penghutang "ngejar" saya supaya saya bilangin ke orang itu...duh malu maluin deh... dan saya sangat kaget kalo orang yg saya kenal baik itu ternyata sampe seperti itu.
misalnya gini si kreditur dan debitur sepakat setiap tanggal sekian, katanya sering mundur...
saya pernah tanya alasannya aneh deh... waktu yg nagih tgl 28, dia bilang janji awal bulan... trus sekarang yg nagih awal bulan dibilangnya dia janji tgl 25-an ...lah pan awal bulan udah lebih dari tgl 25-an...duh serba salah... keduanya kenal baik, jadilah saya bemper...

bukan saya berpihak kepada siapapun tapi ya soal hutang ih jangan sampe ditagih tagih atuh yah... apalagi komitmen jangka panjang.
Sedih aja seh orang yg saya kenal baik ternyata sering lalai komitmen dalam membayar hutang. bukan tak ada uang, tapi masalah kebiasaan saja...
saya jadi takut urusan komitmen suatu hal...apalagi piutang.

memang saya pernah mengalami urusan uang dengan dia, ya begitu itu... gak bisa dipegang janjinya... tapi kalo mau minjem duit ama saya, waduh saya sampe dianterin ke banknya, "maksa" banget ke atm hi hihi
tapi kalo bayar, dia gak pernah bilang enggak, tapi bilang iya ntar...tapi gak direalisasikan...
alhasil saya pun jadi ikutan "maksa" dia ke ATM untuk bayar utang saya...

Semoga saya gak menjadi bagian dari orang orang yg lalai...

Monday, September 11, 2006

Lembayung Bali


so yg istimewa bukan lyricnya apalagi penyanyinya tapi yg memperhatikan kesukaan saya >

Lembayung Bali - Saras Dewi

Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadaribetapa berharga kenanganmu

Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku

Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku

Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku

Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali

Untuk semua cinta yang saya dapat...

Thank God for Every Love I Had....

XVII Sonnet

I do not love you as if you were salt-rose, or topaz,
or the arrow of carnations the fire shoots off.
I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between the shadow and the soul.


I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body.


I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way


that this: where I does not exist, nor you,
so close that your hand on my chest is my hand,
so close that your eyes close as I fall asleep.

Pablo Neruda

Sunday, September 10, 2006

Minum dong...

Tadi Andang, ass sales director hotel Borobudur, ke ruangan saya dan tiba tiba minta minum?
lah... baru sadar kalo dikantor saya gak ada orang yg standby buat kasih minum. Ada OB 2 tapi gak jelas ngapain... yg satu diperbantukan di gudang... yg satu sering gak tahu ada dimana hahahaha...tapi kalo menjelang makan siang dia biasanya beli beli makanan...udah gitu gak jelas kemana...

Alhasil saya bingung, lah terpaksa ngibrit ke dapur kantor, untung ada gelas, sementara lemari dikunci hi hihi... jadi lah pake gelas teh buat minum air putih dingin...

baru sadar, dikantor ini service kepada tamu cukup buruk yahahahahahha...

ob juga susah dicari, yg ada semua mandiri...

sorry ya ndang, padahal ndang servicenya jauh lebih ok...gimana enggak, ditraktir makan gratis trus di borobudur....nyam nyam...

Marah


Bangun tidur saya udah marah sekali sama Uda...gak tahu kenapa...
padahal hanya hal sepele...

Akhirnya pengorbanan saya menyetrika baju malam malam dg licin, kandas oleh marah pagi ini hihihii...

Hari ini dia pergi ke Jember...bahkan saya tidak peduli.

Saya mau puasa tapi tak jadi, malu dengan kemarahan tadi pagi.

Kenapa orang marah teriak? kata Uda karena hati kita jauh...coba lihat orang sedang jatuh cinta? berbisik, bahkan dengan diam, seseorang bisa tahu kemauan sang pasangan...

Saya sendiri tak tahu mengapa begitu banyak kemarahan menumpuk untuk uda? apa yah salah dia? apa saya coba menutupi kesalahan saya sendiri?
Atau saya harus melihat dia dari sudut pandang berbeda... yg lebih menakutkan lagi saya bisa mempengaruhi orang lain untuk ikutan marah bahkan benci ... aduh ya Allah... jangan sampe saya seperti itu lagih...

Apakah uda yg sering bikin saya jengkel apa saya aja yg emang dasarnya pemarah? masa seh,...apa perlu ditanya ke mantan mantan pacar... deuuuuuuuuu kayak banyak aja...apa betul tuan putri imelda tukang marah??? takut ah dijawab iya hahahahah

tapi uda pernah bilang cuma dia yg sanggup handle marah saya...cie, kalo marah kayak gempa bumi 6 skala richter... ah bokis deh, dulu seh iya, sekarang kok uda lebih sering ngomel hehehe.

Tadi diperjalanan ke kantor saya pikir, kok bisa yah marah karena hal sepele? tapi kok dari dulu ama uda aja... apa kita di"kutuk" untuk selalu bersama? tiba tiba citttttttttttttttttttt... hampir menabrak...ah saya gak boleh berpikir buruk...

Saya sedang belajar menjadikan yang terbaik apa yang saya punya.
Bersyukur!
kalo minjem istilah nya Lulun sahabat saya, diantara yg gak sreg co co ituh, saya masih mendingan, ada yg nyangkut untuk melabuhkan hati... hi hihi...sedangkan dia, kagak ada. gubrak.... apa iya seperti itu...

Maafkan saya ya D...


Wednesday, September 06, 2006

Kita pasti dapet apa yg kita mau?

Berawal dari obrolan sehabis makan siang dengan sahabat saya , one of the trio kwek kwek... mengenai apa yg kita alami, kita dapat saat ini sebetulnya adalah apa yg pernah kita inginkan atau lihat atau libatkan?
tahu istilah dejavu? ya kira kira gitu deh...

maksudnya gini, temen saya cerita... dulu waktu baru menikah dia mencari kontrak rumah, setelah melihat lihat tidak jadi. akhirnya dapat di blok lain, sekarang pindah lagi...ternyata tempat yang sekarang terletak dibawah tempat yang dulu dilihat (di rumah susun)...

kalo saya lain lagih, saya punya temen namanya Tati, orangnya suka makan makanya badannya subur...kalo saya main ke rumahnya saya suka dg model rumahnya yg kecil tapi sekatnya bagus jadi terlihat enak ajah... and guess what? uda dan saya membeli rumah itu. sedang direnovasi.
Tidak langsung melalui dia, tapi Tati pindah kemudian di jual kepada orang lain sebut saja pak S, pak S meninggal mewariskan rumah ini kepada anaknya A, A meninggal muda dan rumah ini diwariskan ke anaknya Sb. Karena masih kecil rumah ini dikontrakkan, saya pengontrak kesekian ... gak tahu gimana ceritanya kakek Sb dari pihak ibu menawarkan membeli rumah tsb. Kalo saya ingat ...hmmm...saya pernah ingin rumah ini... Tuhan menjawabnya 20 tahun kemudian...

Saya ingin ke Kuala Lumpur, tiba tiba diberi jalan untuk pergi kesana dengan fasilitas yang sangat baik. Saya pengin umroh, tiba tiba diberikan jalan jadi panitia umroh yang "terpaksa" harus pergi... dan sekali lagi dg fasilitas bintang 5. Apalagi yah, terlalu banyak kalo di list.

Jadi mulai sekarang jika ingin sesuatu, berdoalah, yakinlah pasti dikabulkan. It's just a matter of time... dan jangan lupa ...punya keinginan yang terbaik, termahal, terhebat...lah kan cuma kepengen... masa mimpi ama kepengen aja dibatasi...

Tuesday, September 05, 2006

Hukum karma berjalan lebih cepat...

Awalnya ini adalah joke temen saya kalo kita "ngejailin" or do something bad...hey hati hati, hukum karma berjalan lebih cepat...

dan benar saya mengalaminya...

begini kejadiannya...

Dulu neh saya pernah naksir cowok... wah saya pikir neh co asyik banget...cool gitu deh...
nah pas saya kenal deket, hiy...buat saya lari terbirit birit... kok dia gak seperti yg saya bayangkan... cara ngomong aja saya gak suka, suaranya kayak perempuan... cari dia makan steak, pegang garpunya kayak mau nusuk orang hahahaa, ilfil deh... trus gitu deh saya cari cari masalah buat kabur dari dia... eh dia merajuk rajuk, emailnya berlembar lembar, sampe gak sempet dibaca...curhatnya banyak banget yah...tetep aja saya gak mau...pokoknya enggak deh...

trus rupanya dia sakit hati kali yah... nyumpahin saya hahahaah... semoga enggak...

tapi kejadian terbalik, pernah ada tuh co temehe mehe ama saya, wah sms nya, international calling pagi ama sore, telp kayak minum obat...neh jomblo emang kualitas banget...
saya juga temehe mehe... tapi sodara sodara, pas kita dah kenal deket...kayaknya dia gak temehe mehe lagi tuh... yg ada saya jadi norak, curhat kayak cowok yg dulu saya bete-in...hiy gantian saya yg dikacangin hik hik hik...

awalnya sempet bingung lho kok bisa... trus sekarang saya pikir wadow jangan jangan hukum karma neh... sekarang have fun go mad deh... gak saya pikirin lagih...

cuma inget kata kata sahabat saya, gak semua baju bagus pas ditubuh kita...jadi gak semua pria yg kita anggap baik, berkualitas, yah tapi gak baik kali buat kita...

buat yg pernah saya kacangin, please yah jangan bete dan jangan nyumpahin saya, saya udah tahu kok rasanya hahahahah
buat yg pernah buat saya temehe mehe kemudian ngacangin saya, saya baik baik saja (sambil nada sengau "pingkan" ex ratu) ...
lagian jauhhhhhhhhhh disebrang samudra sono...

Friday, September 01, 2006

Bunda Zidan dan Syifa...


ya Allah telah kau panggil hambaMu... semoga mendapatkan tempat terbaik disisiMu...

mba Inong...
Bundanya Zidan dan Syifa...
setiap hari tak henti membaca tulisanmu...
chatting... tanya masak apa hari ini...

pagi tadi santi telp mengabarkan kabar duka itu... iya, kamu udah pergi selamanya...
membaca puisimu membuat aku tertegun seolah kamu benar ingin mati bersama cinta...
yah cinta dari sahabat sahabatmu mba...
saya dan santi terdiam dan menangis...melihat foto dan membaca tulisan tentang celotehan Zidan dan Syifa...tak sanggup membayangkan mas Haris berduka ditinggalkanmu mba...

Saya tidak mengenalmu in person, tapi mba banyak memberikan kebaikan berarti dalam hidup saya... inspiring woman...

semoga damai ya mba...
semoga kami yang ditinggalkan bisa menggunakan kesempatan hidup ini lebih baik karena belajar darimu mba... kami juga bisa pergi kapan saja...

tangis diawal september...